34 Islands Project

34 Islands Project adalah gerakan akar rumput untuk mengatasi permasalahan sampah dengan pendekatan partisipatif di pulau-pulau dan daerah pesisir di Indonesia. Platform CitizenOS memungkinkan masyarakat untuk memetakan permasalahan sampah lokal, mengajukan ide dan solusi yang memungkinkan dalam konteks lokal, serta melakukan voting untuk membuat keputusan mengenai tindakan apa yang paling tepat untuk diimplementasikan oleh pemerintah dan stakeholders setempat. 34 Islands Project berkolaborasi dengan Let’s Do It Indonesia dan World Cleanup Day Indonesia, serta melibatkan para leader regional World Cleanup Day Indonesia yang tersebar di berbagai pulau dan pesisir Indonesia.

Latar Belakang

34 Islands Project bermula dari proyek percontohan 10 Islands Project pada tahun 2018, yang melihat tantangan keberlanjutan kebersihan dan permasalahan sampah di pulau dan daerah pesisir Indonesia pasca aksi World Cleanup Day. World Cleanup Day adalah gerakan aksi bersih-bersih serentak yang diinisiasi oleh Let’s Do It World, yang di Indonesia dilaksanakan oleh organisasi Let’s Do It Indonesia selaku kolaborator 10 Islands Project.

Tujuan

  1. Memfasilitasi platform e-democracy untuk komunitas agar dapat mendiskusikan ide terhadap permasalahan sampah di pulau dan daerah mereka.
  2. Melibatkan penduduk lokal ke dalam proses penyelesaian masalah sampah dan  pengambilan keputusan dalam membangun program lingkungan yang sifatnya berkelanjutan.
  3. Mendorong komunitas, pemerintah lokal dan perusahaan untuk terlibat aktif dalam berdiskusi dan berkontribusi dengan memberikan ide serta pengambilan keputusan bersama.
  4. Menyatukan masyarakat lokal, pemerintah, komunitas dan perusahaan untuk mengimplementasikan program yang disepakati bersama.
  5. Mendorong lahirnya komitmen-komitmen bersama yang tertulis dalam memastikan implementasi program-program yang telah disepakati.

Aktivitas

  1. Training Platform Citizen OS untuk Komunitas Lokal
    Training ini diadakan secara online atau offline untuk membantu komunitas lokal memahami penggunaan platform Citizen OS. Bagaimana tahapan proses menggunakannya mulai dari mempersiapkan topik, membuat akun, mempublikasikannya, mengundang orang untuk terlibat memberikan argumen lalu voting untuk ide-ide yang ditawarkan oleh publik. Hal ini akan mempermudah tim dalam mengelola berbagai informasi serta memantau perkembangan diskusi yang berlangsung.

  2. Survei dan Perumusan Topik
    Survei dilakukan untuk asesmen awal dalam menemukan seluruh informasi yang dibutuhkan baik tentang data sampah, kebijakan yang sudah ada dan juga program-program yang sudah berjalan. Hasil survei ini menjadi data pendukung permasalahan sampah pulau atau daerah pesisir untuk topik yang akan dirumuskan oleh leader atau komunitas lokal.

  3. Publikasi Topik untuk Pengumpulan Ide
    Leader mempublikasikan topik permasalahan sampah daerahnya di platform Citizen OS dan mengundang masyarakat umum untuk memberikan ide dan argumen terhadap isu tersebut, baik melalui share link, email, dan media sosial.

  4. Perumusan Ide yang Terkumpul
    Leader merangkum ide dan argumen dari publik yang dapat dirumuskan sebagai rekomendasi program terhadap isu persampahan, lalu membuka voting atau pengambilan suara untuk menentukan program yang akan diimplementasikan.

  5. Voting Ide
    Ide yang menjadi opsi voting merupakan hasil analisis dari rekapan kategori ide untuk memudahkan publik dalam memberikan suara.

  6. Follow up Action
    Setelah proses voting selesai, ide terpilih diumumkan pada publik. Ide terpilih yang merupakan usulan dari penduduk lokal juga akan dipresentasikan kepada pemerintah lokal dan partners yang dapat mendukung penyelesaian sampah di pulau atau daerah tersebut.

Partner Strategis

Partner Penyelenggara

Pencapaian

 

  • 250+ orang terlibat memberikan berpendapat dari berbagai pulau yang terlibat
  • 19 komunitas dari 19 daerah pulau dan pesisir di Indonesia terlibat
  • 2 universitas terlibat
  • 1 sekolah terlibat
  • 1 komunitas di Pulau Bintan telah memaparkan rekomendasi program pengurangan sampah pada Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk diimplementasikan dan programnya disupport oleh dinas setempat
  • 1 Universitas, yaitu Universitas Teuku Umar di Pesisir Aceh Barat telah mengeluarkan Kebijakan Rektorat mengenai rencana pengurangan sampah skala kampus dan berkomitmen menjadi green campus.

Kontak kami

Agustina Iskandar Crombach

Agustina Iskandar Crombach

Head of Citizen OS Indonesia

Bila ada pertanyaan, hubungi tim kami agustina@citizenos.com untuk informasi lebih lanjut.

General Search